Klaten — Dampak dari pembatasan solar bersubsidi
sejak sepekan terakhir ini membuat sejumlah SPBU di Klaten kehabisan
solar. Akibatnya para sopir truk terpaksa harus menunggu hingga
semalaman di halaman SPBU Pakis, Delanggu karena truknya kehabisan
solar.
Meski mereka sudah bermalam di SPBU ternyata jatah solar dari
pertamina belum juga datang hingga pagi hari, akibatnya para sopir hanya
bisa sabar menunggu dan menunggu hingga ada tangki pertamina yang
membawa solar kembali mengisi solar di SPBU.
“Nunggu sampai datangnya solar, saya sudah disini sejak tadi malam
jam 8, rencana mau mengangkut air mineral dari Cokro ke Purwodadi, tapi
ini tertunda di sini karena solarnya habis,” ungkap Joko (29) salah satu
sopir truk.
Menurut para sopir, selain di SPBU Pakis yang habis, sejumlah SPBU
Lainnya juga sama. “Solarnya habis, kita antre sejak jam 5 pagi sampai
sekarang gak datang. SPBU lain juga habis tadi di Karangwuni dan Di
Delanggu juga habis, terpaksa kita nunggu sampai solar di SPBU ini
datang”, ungkap Haryono sopir truk lainnya.
Kelangkaan solar bersubsidi di wilayah Klaten sudah dirasakan sejak 2
hari terakhir ini. Para sopir truk mengaku resah, karena perjalanan
mereka harus tertunda hingga puluhan jam akibat kehabisan solar.
disalin dari timlo.net

0 komentar:
Posting Komentar