JOGJA- Ada yang berbeda terlihat di sepanjang Jalan Malioboro, kemarin (24/2). Sejumlah gadis cantik dan laki-laki itu sibuk membersihkan sampah di kawasan yang menjadi ikon Kota Jogja tersebut. Mereka berasal dari Paguyuban Dimas Diajeng Jogja 2008- 2013.Mereka dengan telaten memunguti sampah-sampah yang tersebar di kawasan sepanjang 1,4 kilometer tersebut. Sampah yang dipunguti itu kemudian dikumpulkan dalam tas plastik besar. Semua sampah itu kemudian dipilah-pilah.”Malioboro ini menjadi tempat kunjungan wisata. Sehingga semua pihak harus memiliki kesadaran menjaga kebersihan kawasan ini,” tutur Sekarsari di sela aksi bersih-bersih Malioboro, kemarin.
Sekarsari merupakan Diajeng Jogja 2009. Dalam kegiatan bersih-bersih itu, ia didapuk menjadi panitia. Menurut dia, dengan acara tersebut, pihaknya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, maupun wisatawan agar lebih peduli dengan lingkungan. Sebab, sampah-sampah di Malioboro selama ini kerap berserakanSekar, demikian sapaan akrabnya, mengaku tergugah dengan aksi sosial tersebut. Sebagai duta DIJ, mereka bukan hanya dituntut menjaga nama baik dan mempromosikan wisata DIJ. Tapi, mereka juga harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat.”Contoh adalah guru yang baik.
Jadi, kami harapkan masyarakat juga
turut tergugah melakukan bersih-bersih di lingkungannya,”
sambungnya.Kepala Dinas Pariwisata DIJ Tazbir Abdullah melihat kegiatan
tersebut sangat membantu mempromosikan pariwisata Jogjakarta. Apalagi,
dilakukan di pusat pariwisata Jalan Malioboro. Kesan masyarakat atau
wisatawan akan jauh lebih baik. Terlebih dilakukan dari generasi muda.
”Kita harus mulai mencerdaskan
masyarakat, Jogja sebagai kota pariwisata bukan hanya harus didukung
infrastrukturnya. Tapi, juga kesadaran menjaga lingkungan, sehingga
wisatawan yang berkunjung akan lebih betah. Bahkan, tertarik kembali
datang,” tutur Tazbir.Halik Sandera, salah seorang staf Wahana
Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DIJ melihat soal fasilitas kebersihan
di Malioboro masih buruk. Terutama tempat-tempat sampah yang hanya
menjadi estetika belaka.
(eri/kus/amd)
disalin dari
http://www.radarjogja.co.id/berita/utama/28556-beri-edukasi-jaga-kebersihan-lingkungan.html


0 komentar:
Posting Komentar