Kejadian tersebut juga berdampak pada kedatangan kereta lainnya seperti KA Progo kelas ekonomi jurusan Lempuyangan Jogjakarta- Pasar Senen Jakarta yang dijadwalkan tiba di Stasiun Wates pukul 6.30. Namun molor dari jadwal dan baru dating pada siang hari. Kemudian KA Bengawan kelas ekonomi jurusan Solo Jebres-Tanah Abang Jakarta yang dijadwalkan tiba pukul 5.00 dan KA Taksaka kelas eksekutif jurusan Jogjakarta-Gambir Jakarta seharusnya tiba pukul 4.35.
“Sebagian besar penumpukan terjadi pada penumpang KA Fajar Utama dan Bogowonto karena memiliki jadwal keberangkatan pagi,” jelasnya.
Keterlambatan itu dikeluhkan seorang penumpang KA Fajar Utama Wartono yang tinggal di Desa Kedungsari, Pengasih. Ia harus rela menunggu sekitar empat jam.
“Saya kecewa karena menunggu sejak pukul 7.30 tadi. Ketika tiba di stasiun ada pemberitahuan semalam ada kereta anjlok sehingga keberangkatan pagi ini terlambat,” keluhnya.
Meskipun harus menuunggu cukup lama, dia rela bersabar karena telanjut membeli tiket Rp 165 ribu . “Sebenarnya saya jarang naik kereta. Biasanya naik bus berangkat sore dengan harga tiket Rp 120 ribu. Karena mau menjenguk saudara di Jakarta, saya mencoba naik kereta yang berangkat pagi, tapi malah terlambat,” ceritanya.
Keluhan senada disampaikan Puryadi warga Desa Pleret, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo. Dia sudah menunggu keberangkatan di stasiun sejak pukul 8.00.
Berdasar data di bagian loket Stasiun Wates tercatat jumlah penumpang yang jadwal keberangkatannya mengalami keterlambatan sebanyak 55 penumpang. Untuk penumpang KA Fajar Utama sebanyak 34 penumpang, sedangkan jumlah penumpang KA Bogowonto 21 penumpang.
“Kami sudah memberikan iimbauan. Bagi penumpang yang tetap ingin berangkat dengan kereta dipersilakan menunggu. Namun bagi yang meminta uang dan tiketnya dikembalikan, kita kembalikan 100 persen,”ujar petugas loket Stasiun WatesSetyo Pramono


0 komentar:
Posting Komentar