Kepala Kepolisian Sektor Kebonarum Ajun Komisaris Suginoto, Jumat (21/1) mengatakan korban tewas dalam peristiwa yang terjadi Kamis (20/1) malam itu bernama Margono, 55, warga Dukuh Jurug, Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten. Jasad korban berhasil dievakuasi sekitar dua setengah jam setelah kejadian.

Ia menjelaskan tentang kondisi korban yang luka parah akibat tertimpa material jembatan tersebut. "Kondisi korban sangat mengenaskan dengan kepala dan tubuhnya luka parah akibat tertimbun reruntuhan material jembatan," katanya.
saat Margono perjalanan pulang ke rumahnya, usai menjenguk kakaknya yang sakit di desa di seberang jembatan. Tanpa curiga, katanya, korban dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X nomor polisi AD 2792 FD melewati jembatan tersebut.
Ketika berada di tengah jembatan, katanya, ternyata jembatan itu runtuh secara tiba-tiba sedangkan material jembatan menindih tubuhnya. Ia mengaku, petugas bersama warga cukup kerepotan mengevakuasi korban dari reruntuhan jembatan itu antara lain karena minimnya penerangan dan harus menyingkirkan timbunan material jembatan dari kedalaman sekitar delapan meter dari bibir sungai.
Tim SAR Klaten dan masyarakat kemudian membawa jasad korban ke Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro Klaten, sedangkan sepeda motor yang dipakai korban telah diamankan di Markas Polsek Kebonarum. Memang usia jembatan itu sudah relatif tua dengan konstruksi yang kelihatan keropos kata Seorang warga Desa Basin, Abdul Rahman (45),
Sebelum jembatan itu runtuh, masih sering dilalui truk bermuatan batu. "Jembatan ini satu-satunya jalur tercepat dari Kecamatan Keboarum ke Jogonalan maupun sebaliknya. Runtuhnya jembatan ini, maka akses jalan penghubung dua daerah itu terputus.

0 komentar:
Posting Komentar