

Ketujuh terduga teroris yang masih berusia muda itu diduga kuat terlibat dalam delapan aksi teror bom di Klaten, dan Sleman, selama kurun waktu dua bulan terakhir.
Tujuh terduga teroris itu ditangkap di rumah mereka masing-masing. Berdasarkan penyelidikan dan pemeriksaan awal 7 terduga teroris itu diduga kuat terlibat dalam delapan aksi teror bom sejak 1 Desember 2010 hingga 21 Januari 2011. Terakhir mereka beraksi saat berlangsung tradisi yaqowiyu di Jatinom.
Tujuh lokasi teror berada di wilayah Klaten. Sementara satu lokasi teror berada di Sleman. Selain menegaskan jumlah terduga teroris yang ditangkap Kapolda Jateng juga memimpin gelar barang bukti milik para terduga teroris yang disita petugas.
Dalam aksi teror para pemuda itu sengaja membuat bom rakitan siap ledak. Tapi semua aksi bom mereka itu gagal. Petugas juga mengamankan buku-buku jihad dan beberapa doktrin serta sejarah terorisme.
Salah satu terduga teroris yang ditangkap Densus 88 adalah Joko Lelono (19) warga Desa Karangpakel, Klaten. Ia ditangkap atas dugaan keterlibatannya dalam serangkaian teror bom di Klaten dan sekitarnya.
Di antara barang bukti yang diamankan terdapat beberapa barang yang menjadi bahan pembuatan bom rakitan. Antara lain detonator, jam weker, belerang, paku, dan martil sebagai isi bom rakitan.

0 komentar:
Posting Komentar