Kepolisian Daerah Jawa Tengah telah berhasil mengidentifikasi benda yang diduga sebagai bom yang ditemukan di dekat Masjid At Taqun, Kaliwingko, Desa Banaran, Delanggu, Klaten, Jawa Tengah. Hasil identifikasi, benda itu ternyata bukan bom seperti yang dikira sebelumnya.
“Hasil penyelidikan atas ditemukannya benda mencurigakan yang ditemukan di Masjid At Taqun kaliwingko Desa Banaran Delanggu Klaten yang dilakukan oleh Jihandak Brimob Jateng ternyata kaleng tersebut berisikan tanah dan kotoran sapi,” demikian rilis Divisi Humas Polri di laman facebook, Kamis 30 Desember 2010.
Sementara itu, tabung yang mirip detonator hanya berisikan potongan kertas dan jam weker asli yang tidak ada hubungannya dengan bahan peledak. Polri pun menyimpulkan pelaku teror hanya bertujuan untuk memprovokasi dan memecah belah umat beragama, khususnya di Jateng. “Saat ini identifikasi pelaku dalam proses penyelidikan oleh Polda Jateng.”
Benda menyerupai bom ini ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh penjaga Masjid At Taqun. Aksi teror kembali terjadi di Jawa Tengah. Pada Kamis 30 Desember 2010 sekitar pukul 06.30 WIB, Polres Klaten menerima laporan adanya benda mencurigakan di Masjid At Taqun, Kaliwingko, Desa Banaran, Delanggu, Klaten.
Sebelumnya, beberapa bom rakitan juga ditemukan di beberapa pos polisi dan gereja di Jateng. Bahkan, sebuah bom sempat meledak di Gereja Kristus Raja, Sukoharjo, pada 7 Desember yang lalu. Sementara itu, teror bom juga terjadi di Masjid Yogya
VIVAnews
aneka jasa
ads here
.

0 komentar:
Posting Komentar